Langsung ke konten
Next Level

Artikel Komunitas. Ditulis oleh member Next Level dan ditinjau redaksi sebelum terbit. Opini sepenuhnya milik penulis. Tulis untuk kami

Data di Balik Google Maps hingga Sistem Anti-Fraud Akan Dibahas di Jakarta

Graph Week Jakarta memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi data tidak hanya berkutat pada AI atau chatbot. Cara komputer memahami hubungan antar-data juga menjadi bagian penting dari perkembangan infrastruktur digital.

Oleh for2nd_

Kontributor komunitas

  • 2 mnt baca
Workshop berlangsung 26–27 Oktober dengan biaya yang tercantum di situs resmi sebesar US$350 per peserta, sedangkan technical masterclass 28–29 Oktober tercantum US$1.350 per peserta. Keduanya merupak
Workshop berlangsung 26–27 Oktober dengan biaya yang tercantum di situs resmi sebesar US$350 per peserta, sedangkan technical masterclass 28–29 Oktober tercantum US$1.350 per peserta. Keduanya merupak

Dalam 30 detik

  • Workshop + ISO GQL Technical Masterclass
  • Graph technology, database, cybersecurity, data & AI

JAKARTA — Dunia teknologi data akan mendapat panggung khusus di Jakarta. Graph Week in Jakarta 2026 akan digelar pada 26–29 Oktober 2026 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, membawa pembahasan tentang graph technology, database, keamanan siber, hingga penerapannya dalam sektor finansial dan pemerintahan.

Selama empat hari, acara ini dibagi menjadi dua bagian. 26–27 Oktober digunakan untuk workshop bagi praktisi dan pemimpin industri, sementara 28–29 Oktober difokuskan pada technical masterclass mengenai ISO GQL. Penyelenggara menyiapkan lebih dari 30 sesi dengan kapasitas sekitar 100 peserta untuk workshop dan maksimal 20 peserta untuk masterclass.

Berbeda dari database konvensional yang umumnya menyimpan data dalam bentuk tabel, graph database menggambarkan data sebagai hubungan atau koneksi.

Sederhananya, jika sebuah sistem harus mengetahui hubungan antara seseorang, rekening, transaksi, perusahaan, dan perangkat yang digunakan, teknologi graph dapat membantu memetakan keterkaitan tersebut sebagai jaringan.

Teknologi semacam ini menjadi semakin menarik untuk berbagai kebutuhan seperti deteksi fraud, cybersecurity, analisis data, rekomendasi, hingga pengelolaan data perusahaan.

Dalam Graph Week 2026, salah satu pembahasannya bahkan mengambil contoh analisis aliran uang dalam jaringan perbankan untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Pada hari pertama, 26 Oktober, agenda mencakup pembahasan graph technology dan AI dalam sektor finansial, termasuk anti-fraud, KYC/UBO, AML dan audit bank, cybersecurity, knowledge graph, serta tata kelola AI.

Sementara pada 27 Oktober, peserta akan masuk lebih jauh ke implementasi sistem graph, termasuk graph DBMS, ISO GQL, graph explainable AI, community detection, vector management, enterprise data sources, hingga pengelolaan dan pengawasan sistem AI.

Beberapa organisasi dan perusahaan yang tercantum dalam agenda antara lain Microsoft, Alibaba Cloud, NVIDIA, Thales, United Nations, Ultipa, serta sejumlah perusahaan dan komunitas teknologi lainnya. Penyelenggara menyebut sebagian pembicara masih berstatus invited dan susunan final akan diperbarui mendekati acara.

Bagian yang cukup menarik untuk kalangan IT adalah ISO GQL.

GQL atau Graph Query Language merupakan standar internasional untuk melakukan query terhadap property graph database. Dalam masterclass 28–29 Oktober, peserta akan mempelajari GQL secara bertahap, mulai dari konsep dasar node dan edge hingga query yang lebih kompleks.

Peserta juga akan melakukan praktik menggunakan GQL Playground, sehingga acara ini tidak sepenuhnya bersifat teori. Namun, slot masterclass cukup terbatas, yakni maksimal 20 peserta.

Sumber

Next Level merangkum dan menambahkan konteks dari laporan sumber di atas. Opini ditandai jelas sebagai Next Level Take.

Kontributor komunitas

for2nd_

Member komunitas Next Level.

Lihat profil

Diskusi(0)

Belum ada komentar. Mulai obrolannya!

Semua berita
google gemini

Google mengungkap bahwa model AI Gemini secara tidak sengaja mengakses sistem milik tiga perusahaan nyata saat menjalani pengujian keamanan pada Mei 2026. Gemini berhasil masuk dengan menebak kredensial pada satu kasus dan memanfaatkan kredensial yang ditemukan di repository publik pada dua kasus lainnya. Menariknya, Gemini menghentikan aksinya setelah menyadari bahwa sistem yang diakses merupakan

samtinghahaha
2 mnt baca1 dilihat
Microsoft bongkar platform phising

Microsoft mengungkap dan mengganggu operasi EvilTokens, sebuah platform phishing-as-a-service yang menggunakan AI untuk membantu pelaku membuat serangan yang lebih terarah. Menurut Microsoft, EvilTokens telah digunakan untuk mengompromikan lebih dari 12.000 inbox di lebih dari 10.000 organisasi di seluruh dunia. Platform ini memanfaatkan teknik device-code phishing untuk mendapatkan token autentik

samtinghahaha
3 mnt baca1 dilihat