Dalam 30 detik
- Taskbar bisa dipindah lagi: posisi taskbar kini bisa diatur ke bawah, atas, kiri, atau kanan layar, plus opsi ukuran kecil untuk layar ringkas.
- Start menu dan Search lebih fleksibel: ukuran Start menu bisa dipilih, bagian "Recommended" berganti nama jadi "Recent", dan hasil web di Windows Search kini bisa dimatikan.
- Update wajib berisi tambalan keamanan: paket KB5124008 (untuk 24H2/25H2) menambal sekitar 1.000 celah keamanan dan dirilis lewat Patch Tuesday 8 September 2026.
- Muncul sederet bug: laporan crash di PC dengan GPU AMD Radeon, layar hitam di File Explorer, audio mati, gangguan Remote Desktop, dan File History yang tidak mendeteksi drive eksternal.
- Perbaikan bertahap: Microsoft merilis update darurat untuk sebagian masalah, lalu update preview KB5124010 pada 24 September yang juga memperbaiki File History.
Microsoft merilis update keamanan bulanan untuk Windows 11 pada Selasa, 8 September 2026, bertepatan dengan jadwal Patch Tuesday. Paket KB5124008 untuk versi 24H2 dan 25H2, serta KB5122880 untuk versi 23H2, bersifat wajib karena menambal sekitar 1.000 celah keamanan yang ditemukan dalam beberapa bulan terakhir.
Selain tambalan keamanan, update ini membawa fitur yang sudah lama diminta pengguna. Yang paling menonjol adalah taskbar yang kini bisa diletakkan di bawah, atas, kiri, atau kanan layar, kemampuan yang sudah ada sejak era Windows 95 tetapi hilang saat Windows 11 dirilis. Microsoft juga menambahkan opsi taskbar berukuran kecil agar layar laptop ringkas terasa lebih lega.
Start menu ikut dirombak. Pengguna bisa memilih ukuran kecil atau besar, menyembunyikan nama dan foto profil, serta menampilkan atau menyembunyikan bagian Pinned, Recommended, dan All secara terpisah. Di Windows Search, ada pengaturan baru untuk memilih apakah hasil web dan saran Microsoft Store ikut tampil, sehingga pencarian bisa difokuskan ke file dan aplikasi lokal saja.
Sayangnya, update besar ini tidak berjalan mulus. Menurut laporan Tom's Hardware, sejumlah PC dengan kartu grafis AMD Radeon mengalami crash yang diduga dipicu ketidakstabilan driver, dan menginstal ulang driver tidak banyak membantu. Masalah lain yang dilaporkan antara lain File Explorer yang menampilkan layar hitam setelah login, audio dan mikrofon yang mendadak mati, gangguan Remote Desktop, serta fitur backup File History yang gagal mendeteksi drive eksternal.
Pemilik laptop HP dan Lenovo juga perlu berhati-hati. Sejak update Agustus 2026, muncul laporan BIOS rusak saat instalasi di sebagian perangkat HP, sementara sebagian perangkat Lenovo dilaporkan tiba-tiba layar hitam atau mati sendiri.
Microsoft merespons dengan merilis update darurat (out-of-band) yang memperbaiki sebagian masalah, termasuk gangguan audio dan Remote Desktop. Lalu pada 24 September 2026, Microsoft merilis update preview opsional KB5124010 berisi 46 perubahan, termasuk perbaikan File History, dukungan Emoji 17.0, dan opsi mengubah fungsi tombol Copilot menjadi tombol Ctrl kanan.
Bagi pengguna di Indonesia, update ini bisa dipasang lewat Settings > Windows Update > Check for updates. Pemilik laptop HP dan Lenovo sebaiknya memastikan BIOS sudah versi terbaru, dan semua pengguna disarankan mencadangkan data penting sebelum memasang update besar. Perlu dicatat juga, Windows 11 versi 24H2 edisi Home dan Pro akan berakhir masa dukungannya pada Oktober 2026, jadi pengguna versi tersebut sebaiknya bersiap pindah ke 25H2.
Sumber
- Windows 11 cumulative updates KB5124008 & KB5122880 releasedBleepingComputer
- Microsoft rolls out emergency update for Windows 11's latest patch — recent update causes crashes on AMD graphics, Explorer hang-ups, and broken third-party integrationsTom's Hardware
- Windows 11 KB5124010 update released with 46 changes and fixesBleepingComputer
Next Level merangkum dan menambahkan konteks dari laporan sumber di atas. Opini ditandai jelas sebagai Next Level Take.




Diskusi(0)
Belum ada komentar. Mulai obrolannya!