Dalam 30 detik
- Indonesia–Rusia menjajaki pemanfaatan sistem dan data satelit
- Jumlah jaringan yang dipaparkan oleh delegasi Rusia sebanyak 98 Satelit
- Ada tawaran pendidikan serta pembangunan laboratorium satelit
Jakarta — Indonesia dan Rusia mulai menjajaki peluang kerja sama di bidang teknologi satelit dan kecerdasan artifisial (AI). Pembahasan tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi digital sekaligus memperluas akses teknologi dan konektivitas di Indonesia.
Pembahasan berlangsung antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan delegasi dari Utusan Kepresidenan Federasi Rusia pada 23 September 2026. Informasi mengenai penjajakan tersebut kemudian disampaikan Kemkomdigi pada 24 September.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Rusia memaparkan peluang pemanfaatan teknologi satelit, termasuk sistem administrasi, perangkat penerima di Indonesia, serta akses terhadap data satelit.
Menurut paparan delegasi Rusia, jaringan yang ditawarkan mencakup 98 satelit, sementara perusahaan terkait disebut meluncurkan sekitar 16 satelit setiap tahun. Angka tersebut merupakan informasi yang disampaikan oleh delegasi Rusia dalam pertemuan, bukan pengumuman bahwa seluruh sistem tersebut sudah akan digunakan Indonesia.
Kemkomdigi juga membuka kemungkinan keterlibatan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN, apabila penjajakan tersebut berlanjut ke tahap kerja sama.
AI menjadi agenda lain dalam pembicaraan tersebut. Pemerintah Indonesia melihat AI sebagai salah satu bagian dari transformasi digital, termasuk untuk pendidikan dan peningkatan literasi digital masyarakat.
Menariknya, pembahasan tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi. Delegasi Rusia juga menawarkan kemungkinan program pendidikan dan pembangunan laboratorium di Indonesia, sehingga mahasiswa dapat mempelajari sekaligus mengoperasikan teknologi satelit secara langsung.
Artinya, jika nantinya terealisasi, kerja sama semacam ini berpotensi menyentuh beberapa lapisan sekaligus: infrastruktur satelit, riset, pendidikan, AI, hingga pengembangan talenta digital.
Namun, hingga informasi yang disampaikan Kemkomdigi pada 24 September 2026, pembahasan tersebut masih berada pada tahap mengidentifikasi bidang kerja sama yang relevan. Belum diumumkan sebagai perjanjian kerja sama teknologi yang telah berjalan.
Sumber
Next Level merangkum dan menambahkan konteks dari laporan sumber di atas. Opini ditandai jelas sebagai Next Level Take.




Diskusi(0)
Belum ada komentar. Mulai obrolannya!