Penggunaan AI coding tools seperti Claude Code kembali menjadi perbincangan setelah seorang software engineer anonim mengungkap pengalaman kerjanya di sebuah perusahaan teknologi. Ia mengklaim developer kini menghabiskan 12–13 jam sehari untuk menjalankan dan memeriksa hasil AI, sementara spesifikasi, kode, testing, tiket, hingga laporan banyak dibuat oleh AI. Cerita tersebut viral dan memicu perd
Microsoft berkomitmen menginvestasikan US$1,7 miliar di Indonesia selama empat tahun untuk memperkuat infrastruktur cloud dan AI, sekaligus mengembangkan talenta digital serta komunitas developer. Komitmen tersebut kembali menjadi pembahasan pemerintah pada September 2026, dengan penekanan pada transfer teknologi, pengembangan talenta, dan peningkatan kapasitas industri digital nasional.
Perkembangan AI mulai bergerak dari sekadar menghasilkan jawaban menuju sistem yang mampu menjalankan tugas dan workflow secara lebih mandiri. APTIKNAS mencatat pergeseran dari prompting dan AI copilot menuju workflow AI, AI Agent, hingga controlled automation.
OpenAI memperkenalkan Agents API pada 10 September 2026. API ini memungkinkan developer membangun AI agent yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri dengan memanfaatkan tools, sandbox, sesi yang dapat dipertahankan, serta koordinasi beberapa agent. Teknologi ini ditujukan untuk aplikasi yang membutuhkan AI bekerja dalam alur tugas yang panjang, bukan hanya menjawab pertanyaan satu kali.