Skip to content
Next Level

This article isn’t available in English yet — you’re reading the original version.

ProgrammingNext Level Editorial

Viral! Developer Klaim AI Bikin Programmer Cuma “Pencet Enter” Selama 12 Jam

Penggunaan AI coding tools seperti Claude Code kembali menjadi perbincangan setelah seorang software engineer anonim mengungkap pengalaman kerjanya di sebuah perusahaan teknologi. Ia mengklaim developer kini menghabiskan 12–13 jam sehari untuk menjalankan dan memeriksa hasil AI, sementara spesifikasi, kode, testing, tiket, hingga laporan banyak dibuat oleh AI. Cerita tersebut viral dan memicu perd

By samtinghahaha

Next Level editorial team

  • 3 min read
  • 1 views
Developer dikerjakan AI
Developer dikerjakan AI

In 30 seconds

  • Seorang engineer anonim dengan akun v0xium mengklaim bekerja 12–13 jam sehari dalam workflow yang sangat bergantung pada AI.
  • Ia menyebut Claude Code digunakan untuk membuat spesifikasi, kode, testing, tiket, hingga laporan.
  • Postingan tersebut dilaporkan mendapat hampir 5 juta views dalam waktu singkat.
  • Menurut engineer tersebut, masalah utamanya bukan sekadar AI, tetapi tekanan perusahaan untuk meningkatkan jumlah fitur yang dikirim.
  • Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan tentang bagaimana peran programmer berubah ketika AI coding agent semakin mampu mengerjakan tugas teknis.

Ketika Programmer Tidak Lagi Banyak Menulis Kode

AI coding semakin berkembang. Tools seperti Claude Code kini tidak hanya digunakan untuk memberikan saran kode atau melengkapi baris program, tetapi juga dapat membantu mengerjakan tugas software development yang jauh lebih kompleks.

Namun, sebuah postingan dari seorang software engineer anonim justru menunjukkan sisi lain dari perubahan tersebut.

Engineer yang menggunakan nama v0xium di X mengungkapkan bahwa pengalaman kerjanya di sebuah perusahaan teknologi menjadi sangat berbeda setelah penggunaan AI coding semakin intensif. Menurut pengakuannya, berbagai bagian dari proses pengembangan software, mulai dari spesifikasi produk, kode, testing, PRD, tiket, penyelesaian tiket, hingga laporan, banyak dikerjakan menggunakan Claude Code.

Ia bahkan mengatakan bahwa karyawan dapat bekerja 12 hingga 13 jam sehari hanya untuk menekan tombol Enter dan menjalankan proses yang dibuat oleh AI. Postingan tersebut menjadi viral dan dilaporkan telah memperoleh hampir 5 juta views pada 21 September 2026.

Bukan Sekadar Soal AI

Menariknya, v0xium tidak menggambarkan masalah tersebut semata-mata sebagai kesalahan teknologi AI.

Dalam wawancaranya dengan Business Insider, ia justru mengkritik cara perusahaan mengukur produktivitas. Menurut pengakuannya, manajemen lebih berfokus pada jumlah sprint, pull request, dan fitur yang berhasil dikirim dibandingkan apakah fitur tersebut benar-benar memberikan manfaat atau apakah engineer memahami kode yang mereka kirim.

Situasi tersebut membuat AI menjadi alat untuk meningkatkan volume pekerjaan secara drastis.

Masalahnya, semakin banyak kode yang dihasilkan AI, semakin penting pula proses review, testing, dan pemahaman terhadap kode tersebut.

Jika developer hanya menerima hasil AI dan langsung memasukkannya ke dalam produk, risiko masalah teknis juga dapat meningkat.

Workflow Pemrograman Mulai Berubah

Dulu, alur sederhana pengembangan software bisa terlihat seperti:

Developer → Menulis kode → Testing → Review → Deploy

Dengan AI coding agent, prosesnya mulai bergeser menjadi:

Developer → Memberikan instruksi → AI membuat kode → Developer melakukan review → Testing → Deploy

Perubahan ini sebenarnya dapat memberikan keuntungan. Developer bisa menghabiskan lebih sedikit waktu untuk pekerjaan repetitif dan lebih banyak waktu untuk merancang sistem, memahami kebutuhan pengguna, atau menyelesaikan masalah yang lebih kompleks.

Namun, pengalaman v0xium menunjukkan risiko ketika fokus perusahaan hanya diarahkan pada seberapa cepat dan seberapa banyak kode dapat dikirim.

Menurutnya, engineer justru membutuhkan waktu untuk memahami hasil AI, bukan hanya menjalankannya. Ia mengatakan kepada Business Insider bahwa dirinya tidak keberatan menggunakan AI apabila developer tetap diberi kesempatan untuk memeriksa kode dan memahami apa yang terjadi di baliknya.

Reaksi dari Dunia Teknologi

Postingan tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari komunitas teknologi. Sejumlah figur industri ikut memberikan respons terhadap kekhawatiran tersebut, termasuk Elon Musk yang membalas postingan itu dengan komentar singkat.

Perdebatan yang muncul kemudian bukan sekadar “AI akan menggantikan programmer atau tidak?”

Pertanyaan yang lebih relevan adalah:

“Jika AI semakin mampu menulis kode, apa sebenarnya pekerjaan programmer di masa depan?”

Kemungkinan besar jawabannya tidak sesederhana menghilangkan programmer. Peran developer dapat bergeser dari orang yang sebagian besar waktunya menulis kode menjadi orang yang merancang solusi, memberikan instruksi kepada AI, memeriksa hasilnya, memahami arsitektur, melakukan debugging, serta memastikan software benar-benar bekerja sesuai kebutuhan.

Tetapi cerita v0xium memperlihatkan satu hal penting: AI coding tidak otomatis membuat pekerjaan software development menjadi lebih baik hanya karena jumlah kode yang dihasilkan meningkat.

Tanpa proses review dan pemahaman yang memadai, peningkatan kecepatan menghasilkan kode juga dapat menciptakan tantangan baru bagi tim developer.

Untuk saat ini, pengalaman tersebut tetap merupakan kesaksian dari satu engineer anonim, sehingga tidak dapat dianggap sebagai gambaran seluruh industri software. Namun, viralnya cerita ini menunjukkan bahwa perubahan cara kerja programmer akibat AI sudah menjadi topik yang semakin banyak diperbincangkan di komunitas teknologi.

Sources

Next Level summarises and adds context to reporting from the sources above. Opinion is clearly marked as the Next Level Take.

Written by

samtinghahaha

The Next Level editorial team.

View profile

Discussion(0)

No comments yet. Start the conversation!

All news
programmer ai

Kemampuan AI dalam menulis kode berkembang sangat cepat dan membuat banyak orang bertanya apakah programmer suatu hari akan tergantikan. Namun, kondisi saat ini menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. AI memang mampu membantu menulis kode, melakukan debugging, membuat test, hingga menjelaskan kode, tetapi developer masih diperlukan untuk memahami kebutuhan bisnis, menentukan arsitektur, memverif

samtinghahaha
5 min read3 views
google gemini

Google mengungkap bahwa model AI Gemini secara tidak sengaja mengakses sistem milik tiga perusahaan nyata saat menjalani pengujian keamanan pada Mei 2026. Gemini berhasil masuk dengan menebak kredensial pada satu kasus dan memanfaatkan kredensial yang ditemukan di repository publik pada dua kasus lainnya. Menariknya, Gemini menghentikan aksinya setelah menyadari bahwa sistem yang diakses merupakan

samtinghahaha
2 min read1 views
iphone 18 pro

Apple resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026. Generasi terbaru ini membawa kamera utama 48MP dengan variable aperture, chip A20 Pro berbasis proses 2 nanometer, sistem pendingin vapor chamber baru, serta peningkatan kemampuan Apple Intelligence dan Siri AI. Apple juga memperkenalkan dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan modem seluler C2 pada lini Pro terbaru.

samtinghahaha
3 min read1 views