In 30 seconds
- AI sudah menjadi bagian dari workflow banyak developer, terutama untuk menulis kode, debugging, testing, dan dokumentasi.
- 84% responden Stack Overflow menggunakan atau berencana menggunakan AI dalam proses development.
- Developer tetap harus melakukan review dan verifikasi, karena output AI tidak selalu benar.
- Studi Microsoft Research terhadap 4.867 developer menemukan peningkatan jumlah tugas yang diselesaikan sebesar 26,08% ketika menggunakan AI coding assistant dalam tiga eksperimen lapangan.
- Peran programmer semakin bergeser dari sekadar menulis kode menjadi merancang, memvalidasi, mengintegrasikan, dan mengawasi software.
Kemunculan AI coding assistant seperti GitHub Copilot, Claude Code, Cursor, dan berbagai AI agent untuk software development memunculkan satu pertanyaan yang semakin sering dibicarakan: apakah AI pada akhirnya akan menggantikan programmer?
Pertanyaan tersebut cukup masuk akal. Saat ini AI sudah mampu menghasilkan kode hanya berdasarkan instruksi menggunakan bahasa natural. Developer dapat meminta AI membuat sebuah fungsi, memperbaiki error, menjelaskan kode lama, membuat unit test, hingga membantu melakukan refactoring.
Namun, melihat kemampuan tersebut hanya dari sisi "AI bisa menulis kode" membuat gambaran mengenai masa depan programmer menjadi terlalu sederhana.
AI memang semakin banyak digunakan developer
Penggunaan AI dalam software development sudah bukan sekadar eksperimen.
Menurut Stack Overflow Developer Survey 2025, sebanyak 84% responden menggunakan atau berencana menggunakan AI tools dalam proses development, sementara 51% professional developers mengatakan mereka menggunakan AI setiap hari.
AI digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti:
- Menulis atau melengkapi kode.
- Menjelaskan kode yang belum dipahami.
- Membantu mencari dan memperbaiki bug.
- Membuat unit test.
- Membuat dokumentasi.
- Membantu code review.
- Membantu mempelajari teknologi atau framework baru.
“Artinya, AI sudah menjadi bagian dari workflow programmer modern.”
Tetapi penggunaan AI yang tinggi tidak otomatis berarti programmer menjadi tidak dibutuhkan.
Masalahnya: AI tidak selalu benar
Salah satu alasan mengapa programmer masih diperlukan adalah karena kode yang dibuat AI harus tetap diperiksa manusia.
Stack Overflow mencatat bahwa 46% developer tidak mempercayai akurasi output AI, sementara hanya 33% yang menyatakan mereka mempercayainya. Bahkan, 66% developer menyebut salah satu masalah terbesar mereka adalah mendapatkan solusi AI yang "hampir benar, tetapi belum tepat".
Ini merupakan masalah penting.
AI dapat menghasilkan kode yang secara sintaks terlihat benar, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Sebuah fungsi mungkin dapat berjalan tanpa error, tetapi memiliki masalah pada keamanan, performa, edge case, atau integrasi dengan bagian lain dari sistem.
Karena itu, developer tetap harus memahami kode yang dihasilkan dan mampu menentukan apakah solusi tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
AI bisa meningkatkan produktivitas
Di sisi lain, bukan berarti AI tidak memberikan dampak besar terhadap pekerjaan programmer.
Sebuah penelitian Microsoft Research yang melibatkan 4.867 developer dari Microsoft, Accenture, dan sebuah perusahaan Fortune 100 menggunakan eksperimen terkontrol untuk melihat dampak AI coding assistant terhadap produktivitas. Hasil gabungan dari tiga eksperimen tersebut menunjukkan peningkatan 26,08% pada jumlah tugas yang diselesaikan oleh developer yang menggunakan AI tool.
Artinya, dalam kondisi tertentu, AI memang dapat membuat developer menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.
Google melalui penelitian DORA 2025 juga melaporkan bahwa adopsi AI di kalangan profesional software development mencapai 90% dari responden mereka. Lebih dari 80% responden mengatakan AI meningkatkan produktivitas mereka, sementara 59% melaporkan dampak positif terhadap kualitas kode.
Jadi, daripada langsung menghilangkan programmer, salah satu dampak paling nyata AI saat ini adalah mengubah cara programmer bekerja.
Programmer tidak hanya bertugas menulis kode
Untuk memahami kenapa programmer masih dibutuhkan, kita perlu melihat pekerjaan software development secara keseluruhan.
Membangun sebuah aplikasi bukan hanya tentang mengetik kode.
Seorang developer biasanya harus memahami:
1. Kebutuhan pengguna
Programmer harus memahami apa yang sebenarnya ingin diselesaikan oleh sebuah aplikasi. AI dapat membantu menerjemahkan requirement menjadi kode, tetapi kebutuhan yang ambigu tetap membutuhkan manusia untuk menentukan maksud dan prioritasnya.
2. Arsitektur software
Sebuah aplikasi dapat memiliki jutaan baris kode dan berbagai layanan yang saling terhubung. Menentukan bagaimana database, API, authentication, frontend, backend, caching, dan layanan lainnya berinteraksi membutuhkan keputusan arsitektur.
3. Keamanan
Kode yang terlihat berjalan dengan baik belum tentu aman. Developer harus mempertimbangkan authentication, authorization, validasi input, pengelolaan data sensitif, dependency, dan berbagai kemungkinan serangan.
4. Pengujian
Kode yang dibuat AI tetap perlu diuji. Developer harus menentukan skenario pengujian dan memastikan software bekerja sesuai kebutuhan.
5. Maintenance
Software tidak berhenti ketika kode pertama kali selesai dibuat. Aplikasi perlu diperbaiki, diperbarui, dimonitor, dan disesuaikan dengan kebutuhan baru.
Di sinilah peran manusia tetap sangat penting.
Peran programmer kemungkinan akan berubah
Perubahan yang terjadi bukan berarti programmer tidak lagi menulis kode.
Sebaliknya, pekerjaan mereka dapat semakin bergeser ke aktivitas dengan tingkat abstraksi yang lebih tinggi.
Developer dapat menggunakan AI untuk menangani pekerjaan yang relatif repetitif, sementara mereka lebih banyak berfokus pada:
“Problem solving → Architecture → Review → Testing → Security → Decision making”
Dengan pola seperti ini, seorang programmer dapat bekerja seperti pengarah dan pengawas sistem AI, bukan hanya sebagai orang yang mengetik setiap baris kode secara manual.
Penelitian IEEE yang diterbitkan pada 2026 juga menemukan adanya trade-off menarik. Dalam eksperimen terhadap 69 peserta, penggunaan AI menghasilkan tingkat penyelesaian tugas yang lebih tinggi, tetapi kemampuan peserta untuk menjawab pertanyaan teknis mengenai kode yang mereka buat juga menurun sebesar 12,5%.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa produktivitas dan pemahaman kode tidak selalu bergerak dengan cara yang sama.
Ada kondisi ketika AI justru bisa memperlambat developer
Menariknya, AI tidak selalu membuat programmer lebih cepat.
Penelitian METR yang diberitakan Reuters pada 2025 menemukan bahwa developer berpengalaman yang mengerjakan proyek open-source yang sudah sangat mereka kenal justru menyelesaikan tugas 19% lebih lambat ketika menggunakan AI coding tools dalam eksperimen tersebut. Salah satu faktor yang diamati adalah waktu tambahan untuk memeriksa dan memperbaiki hasil AI.
Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas AI sangat bergantung pada jenis pekerjaan, pengalaman developer, kompleksitas codebase, serta kemampuan AI memahami konteks proyek.
Jadi, pertanyaan "apakah AI membuat programmer lebih cepat?" tidak memiliki satu jawaban untuk semua situasi.
Jadi, apakah programmer akan digantikan?
Melihat kondisi saat ini, perkembangan AI lebih tepat dipahami sebagai perubahan terhadap pekerjaan programmer, bukan sekadar penghapusan pekerjaan programmer.
AI sudah mampu mengambil alih sebagian aktivitas coding yang repetitif. Namun software development memiliki banyak pekerjaan lain di luar menulis kode.
Bahkan ketika AI dapat menghasilkan sebagian besar kode sebuah aplikasi, tetap ada kebutuhan untuk menentukan:
- Apa yang harus dibuat?
- Mengapa fitur tersebut diperlukan?
- Bagaimana sistem harus dirancang?
- Apakah kode tersebut aman?
- Apakah hasilnya benar?
- Bagaimana sistem tersebut dipelihara?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan pemahaman terhadap konteks dan konsekuensi dari keputusan teknis.
Karena itu, programmer masa depan kemungkinan akan semakin sering bekerja bersama AI, bukan sekadar bersaing dengannya.
AI dapat menjadi alat yang membantu developer bekerja lebih cepat, tetapi kemampuan untuk memahami sistem, memecahkan masalah, melakukan validasi, dan mengambil keputusan teknis tetap menjadi bagian penting dari software engineering.
Pada akhirnya, perubahan terbesar mungkin bukan "AI menggantikan programmer", melainkan "programmer yang menggunakan AI bekerja dengan cara yang berbeda dari programmer sebelumnya."
Sources
- 2025 Stack Overflow Developer Survey — AIStack Overflow
- The Effects of Generative AI on High-Skilled Work: Evidence from Three Field Experiments with Software DevelopersMicrosoft Research
- How are developers using AI? Inside Google's 2025 DORA reportGoogle
- More Code, Less Understanding? On the Impact of AI Assistants on Developers’ Productivity and Code OwnershipIEEE Transactions on Software Engineering
- AI slows down some experienced software developers, study findsReuters
Next Level summarises and adds context to reporting from the sources above. Opinion is clearly marked as the Next Level Take.




Discussion(0)
No comments yet. Start the conversation!