Skip to content
Next Level

This article isn’t available in English yet — you’re reading the original version.

AINext Level Editorial

AI Agent Mulai Berkembang di Indonesia, Dari Chatbot Menuju AI yang Bisa Menjalankan Tugas

Perkembangan AI mulai bergerak dari sekadar menghasilkan jawaban menuju sistem yang mampu menjalankan tugas dan workflow secara lebih mandiri. APTIKNAS mencatat pergeseran dari prompting dan AI copilot menuju workflow AI, AI Agent, hingga controlled automation.

By samtinghahaha

Next Level editorial team

  • 1 min read
  • 1 views
ai agent
ai agent

In 30 seconds

  • AI mulai diarahkan untuk menjalankan tugas, bukan hanya memberikan jawaban.
  • Perkembangan AI bergerak dari prompting menuju AI Agent dan controlled automation.
  • AI Agent dapat berinteraksi dengan berbagai tools dan sistem untuk menyelesaikan workflow.
  • Penggunaan AI Agent membutuhkan keamanan, kontrol akses, monitoring, dan audit trail.
  • Perkembangan Agentic AI mulai menjadi salah satu pembahasan penting dalam ekosistem teknologi Indonesia.

Penggunaan kecerdasan artifisial (AI) mulai memasuki tahap baru. Jika sebelumnya pengguna berinteraksi dengan AI terutama untuk mendapatkan jawaban atau membuat konten, perkembangan AI Agent membawa kemampuan tersebut lebih jauh dengan memungkinkan AI menjalankan tugas dan workflow menggunakan berbagai tools.

APTIKNAS dalam laporan teknologi pekan 7–12 September 2026 mencatat adanya pergeseran dari

“prompting → copilot → workflow AI → AI Agent → controlled automation.”

Perubahan ini menunjukkan bahwa AI mulai diarahkan untuk menjadi bagian dari proses kerja, bukan hanya sebagai alat bantu percakapan.

Contohnya, AI Agent dapat dirancang untuk mengambil informasi, menggunakan aplikasi tertentu, memproses data, kemudian menjalankan tindakan berdasarkan instruksi dan aturan yang diberikan.

Namun, semakin besar kemampuan AI untuk melakukan tindakan, semakin penting pula aspek keamanan dan pengawasan. APTIKNAS menyoroti kebutuhan seperti Agent Identity, access control, audit trail, human oversight, dan runtime observability.

Topik Agentic AI juga menjadi salah satu fokus APTIKNAS TechSummit 2026 di Surabaya, bersama enterprise automation, AI infrastructure, cybersecurity, dan physical AI.

Perkembangan ini membuat AI tidak lagi hanya dipandang sebagai chatbot, tetapi sebagai bagian dari sistem yang dapat membantu menjalankan proses bisnis secara lebih otomatis.

Sources

Next Level summarises and adds context to reporting from the sources above. Opinion is clearly marked as the Next Level Take.

Written by

samtinghahaha

The Next Level editorial team.

View profile

Discussion(0)

No comments yet. Start the conversation!

All news
Open AI

OpenAI memperkenalkan Agents API pada 10 September 2026. API ini memungkinkan developer membangun AI agent yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri dengan memanfaatkan tools, sandbox, sesi yang dapat dipertahankan, serta koordinasi beberapa agent. Teknologi ini ditujukan untuk aplikasi yang membutuhkan AI bekerja dalam alur tugas yang panjang, bukan hanya menjawab pertanyaan satu kali.

samtinghahaha
2 min read3 views
programmer ai

Kemampuan AI dalam menulis kode berkembang sangat cepat dan membuat banyak orang bertanya apakah programmer suatu hari akan tergantikan. Namun, kondisi saat ini menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. AI memang mampu membantu menulis kode, melakukan debugging, membuat test, hingga menjelaskan kode, tetapi developer masih diperlukan untuk memahami kebutuhan bisnis, menentukan arsitektur, memverif

samtinghahaha
5 min read1 views